Home / Wisata

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:53 WIB

Tradisi Perang Obor dan Jembul Tulakan, Ikon Pariwisata Jepara yang Sarat Nilai Historis

Atraksi perang obor yang digelar di perempatan Desa Tegalsambi, Senin (20/5/2024) menarik wisatawan. (Foto: MC Kab.Jepara)

Atraksi perang obor yang digelar di perempatan Desa Tegalsambi, Senin (20/5/2024) menarik wisatawan. (Foto: MC Kab.Jepara)

NYATANYA.COM, Jepara – Atraksi perang obor yang digelar di perempatan Desa Tegalsambi, Senin (20/5/2024) mampu menarik antusiasme warga lokal, nasional, hingga mancanegara.

Apresiasi disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyana kepada masyarakat Desa Tegalsambi, yang telah merawat tradisi Desa.

Menurutnya, tradisi perang obor tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu melestarikan, mengembangkan, serta mengenalkan tradisi dan nilai-nilai luhur sejarah, serta budaya lokal.

Baca juga   Komunitas Bike To Work Gowes Bareng di Borobudur

“Kalau boleh, nanti perang obor ini kita tampilkan juga di lokasi pariwisata seperti pantai, untuk menarik minat wisatawan yang lebih luas,” kata Edy.

Selain itu, dirinya secara khusus meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi dan Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk membranding perang obor, sebagai ikon pariwisata Jepara.

Pada hari yang sama, Pj Bupati Jepara juga menghadiri prosesi Jembul Tulakan, yang merupakan acara sedekah bumi di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Senin (20/5/2024).

Baca juga   Usai Pesta Miras, 4 Pemuda Dlingo Ini Curi Ribuan Bungkus Rokok

Dinilai unik, atraktif, dan menarik, juga terkandung nilai historis ketokohan Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat.

Karenanya, Edy berharap prosesi Jembul Tulakan perlu dikenalkan ke seluruh masyarakat.

“Kalau perlu, undang bule-bule, karena di Jepara itu ada seribuan (WNA), tontonkan,” ujarnya.

Disampaikan, pihaknya siap mendukung upaya-upaya pelestarian budaya. Sehingga, diharapkan para WNA lebih mengenal Kabupaten Jepara.

“Kenalkan bahwa tiap desa itu ada budaya-budaya yang sangat luar biasa. Narasikan juga dengan bahasa yang sudah di-translate,” pungkasnya. (N1)

Share :

Baca Juga

Wedang tahu adalah minuman tradisional yang terbuat dari sari kedelai, kemudian disisir tipis-tipis dan diberi siraman air. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Mencicipi Minuman Tradisional Wedang Tahu Bu Kardi yang Bikin Ketagihan
Acara jamasan pusaka ini sebagai sarana pelestarian kebudayaan khususnya adat dan tradisi di Kota Yogyakarta. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Pemkot Yogya Lakukan Prosesi Jamasan Tombak Kyai Wijaya Mukti

Wisata

Malem Selikuran, Tradisi Keraton Surakarta Sambut Lailatul Qadar
Foto:MC Kalsel/AY

Wisata

Foto: Wisata Bamboo Rafting Loksado
Masakan rica-rica tulang ayam dan produk kerajinan tempurung kelapa banyak diminati konsumen. (Foto:Istimewa)

Wisata

Santap Rica-Rica Tulang Ayam Sembari Nikmati Kerajinan Tempurung Kelapa
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerima secara simbolis bantuan posko Gumaton dari Pertamina. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Dukung Pariwisata Yogya, Pertamina Serahkan Posko Gumaton
Benteng Vastenburg Solo, Dulu. (Foto: Istimewa)

Wisata

Benteng Vastenburg Solo, Dulu dan Sekarang
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengapresiasi Kementerian PUPR atas selesainya pembangunan Concourse atau jalan menuju Candi Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Wisatawan Wajib Tau, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Upanat