Home / Plus

Jumat, 14 Januari 2022 - 13:29 WIB

Transformasi Prangko Digital dan Prangko Crypto

Contoh prangko crypto. (Foto: InfoPublik.id)

Contoh prangko crypto. (Foto: InfoPublik.id)

NYATANYA.COM, Jakarta – Menjelang berakhirnya abad ke-20 perkembangan teknologi telematika yang sedemikian pesat dan terus menerus, telah mendisrupsi berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang penyelenggaraan pos nasional. Terutama pada piranti alat tukar pembayaran, salah satunya prangko.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerbitkan prangko sebagaimana diamanahkan oleh Undang-undang No. 38 tahun 2009 tentang Pos.

Kominfo yang menjalankan sebagian tugas pemerintahan di bidang informasi dan teknologi informatika, dalam tatanan baru transformasi digital di antaranya menerapkan penggunaan barcode/QR code yang kini turut menjadi trend baru dalam ekosistem penyelenggaraan pos di tanah air.

Penggunaan barcode sejalan dengan perkembangan dunia digital yang semakin maju. Ini ditandai dengan munculnya sarana telekomunikasi modern yang secara alami menuntut perkembangan fungsi dari prangko.

Prangko yang pada awalnya digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan pelunasan tarif pos, saat ini telah mengalami perubahan.

Pada tahun 2022 ini Kominfo melakukan uji coba penerbitan prangko digital atau prangko yang dikemas secara hybrid, yaitu prangko konvensional yang dilengkapi fitur digital, baik berupa barcode atau QR code.

Prangko itu sendiri hanya merupakan label atau carik kertas atau teraan di atas kertas dengan bentuk dan ukuran tertentu, baik bergambar maupun tidak bergambar, dan memuat nama negara penerbit atau tanda gambar yang merupakan ciri khas negara penerbit serta mempunyai nilai nominal tertentu berupa angka dan atau huruf.

Dalam Permenkominfo RI No. 21 Tahun 2012 Bab 1 pada Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa fungsi utama prangko adalah sebagai biaya pengiriman pos.

Selain itu prangko berfungsi sebagai collected items (fillatelis), alat edukasi masyarakat seperti terkait kebudayaan suatu bangsa, sejarah dunia, media komunikasi dan promosi pariwisata, dan momentum sejarah.

Secara fisik prangko dicetak menggunakan material sekuriti berupa kertas, tinta, foil dan teknik cetak sekuriti (bisa berupa teknik cetak offset, rotogravure, intaglio, hot stamping, screen print, perforasi, dan digital numbering).

Digital Stamp

QR code pada prangko bisa menampilkan deskripsi prangko dan atau sebagai alat track and trace kiriman yang menggunakan prangko, sehingga pengguna jasa pengiriman pos dapat melacak dimana posisi barang kirimannya.

Baca juga   Hingga 2021, Sudah 1.646 Situs dan Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir Pemerintah

Tentu saja penambahan fitur akan sangat berpengaruh pada ongkos produksi prangko, sehingga untuk tahun anggaran 2022, fitur ini belum dapat diterapkan ke seluruh terbitan prangko, apalagi sifatnya masih ujicoba.

Oleh sebab itu QR code hanya bersifat untuk mendeskripsikan prangko agar penentuan seri yang dipilih dapat dilakukan pada awal tahun. Segera setelah SK penerbitan prangko diterbitkan, tentu akan memiliki waktu persiapan yang cukup.

Jika fitur barcode akan digunakan sebagai alat track and trace kiriman, maka fitur ini harus diterapkan pada seluruh terbitan prangko. Hal ini karena adanya kalangan tertentu yang memilih prangko jenis tertentu sebagai alat bayar kirimannya.

Maka, dalam kaitan ini perlu kiranya diterbitkan prangko definitif yang digunakan khusus untuk pemrangkoan dengan memuat QR code yang dapat berfungsi khususnya untuk kepentingan track and trace.

Kemudahan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat serta kebutuhan pemerintah untuk tetap menyebarluaskan informasi melalui gambar yang ada di dalam prangko dapat dikembangkan dengan penggunaan QR code dan teknologi Augmented Realty.

Indonesia juga sudah mulai menerbitkan prangko dengan identifikasi digital QR code atau setidaknya prangko dengan varian berbagai fitur seperti seri peringatan Peruri Emas 50 Tahun.

Beberapa negara juga sudah menerbitkan prangko yang dibubuhi identifikasi digital seperti barcode dan QR code seperti Yunani, Amerika Serikat, Thailand, Prancis, China, dan Inggris.

Perkembangan teknologi digital dalam proses track and trace pengiriman surat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat serta memenuhi kebutuhan pemerintah untuk tetap menyebarluaskan informasi melalui gambar yang ada di dalam prangko.

Perkembangan teknologi digital tidak hanya berakhir pada penerapan augmented realty, barcode, QR code saja, namun juga bergeser menuju ke teknologi crypto yang menggunakan basis blockchain dalam aplikasinya.

Crypto Stamp

Baik digital stamp maupum crypto stamp, keduanya merupakan aset digital milik Indonesia, meskipun secara infrastruktur dapat dikatakan belum memadai mengingat segi peralatan dan biaya produksinya relatif mahal. Tetapi paling tidak Indonesia sudah menjemput masa depan format prangko berbasis crypto,

Baca juga   Kampayekan Perdamaian, Mafindo Gelar Kompetisi Konten #SocialMedia4Peace dan Periksa Fakta

Dalam mengembangkan model Crypto Stamp, diharapkan Peruri sudah mulai menyusun proses bisnis penerbitannya, mulai dari perencanaan, design, sistem, dan business process, serta pola distribusi hingga ke pembeli.

Termasuk di dalamnya besaran biaya produksi dan maintenance agar pemerintah mempunyai gambaran yang jelas untuk menentukan tarif atau harga jual prangko crypto.

Dalam upaya menandai ujicoba terbitnya crypto stamp, prangko yang diterbitkan bisa saja merupakan prangko yang pernah diterbitkan secara konvensional. Sebagai contoh seri Kepala Negara RI atau prangko Covid-19, karena kedua prangko tersebut mempunyai magnitude atau daya tarik yang luar biasa.

Tetapi khusus untuk tahap ini Indonesia belum mempunyai kesiapan dari peraturan dasar mengenai penggunaan teknologi crypto di dalam kehidupan sehari hari, sementara Crypto Stamp diramalkan bakal menjadi trend baru dalam penggunaan teknologi Non Fungible Token (NFT)

Di beberapa negara seperti Austria, Brasil dan Amerika jenis prangko dengan teknologi NFT juga baru diujicobakan. Ini merupakan aset digital yang tidak dapat direplikasi atau diduplikasi, dan bukan merupakan alat tukar, namun bisa diperjualbelikan.

NFT berjalan diatas teknologi blockchain, sehingga yang bisa mengetahui penerbit NFT hanya pembeli pertama dan pemilik saat ini. NFT juga diimplementasikan pada karya seni digital seperti gambar dan musik. Salah satu NFT yang sangat terkenal saat ini adalah CryptoKitties.

Dalam kaitan ini di Indonesia diperlukan adanya ekosistem blockchain yang secara pengelolaan menjadi aset digital RI, meskipun secara infrastruktur dapat dikatakan belum memadai mengingat dari segi peralatan dan biaya produksi cukup mahal. Tetapi paling tidak Indonesia sudah menjemput masa depan format prangko berbasis crypto.

Terkait upaya mempersiapkan kedua prangko tersebut, yakni digital stamp dan crypto stamp, Kementerian Kominfo melalui Direktorat Pos terus melakukan telaahan dan kajian bersama kalangan pegiat prangko, budayawan, akademisi, PT Pos Indonesia, dan Peruri.

Kementerian Kominfo memang berkomitmen mendorong pengembangan prangko digital di Indonesia. Maka, ke depan perlu dikembangkan pola benchmarking ke negara-negara yang telah terlebih dahulu menerbitkan Prangko Digital dan Crypto Stamp.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang saat ini mengupayakan perluasan lahan tanam biofarmaka memanfaatkan pekarangan warga Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Kampung Rempah Borobudur Kembangkan Biofarmaka di Pekarangan Warga
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, di acara BPOM Goes to Community Provinsi Jateng, di Gumaya Tower Hotel, Senin (30/05/2022). Foto: Humas Jateng

Plus

Waspada Pilih Produk Obat, Suplemen dan Kosmetik, BPOM Gandeng Komunitas sebagai Penyuluh
Usaha kuliner yang diinisiasi Forum Empatia Disabilitas Kabupaten Klaten ini memberi ruang bagi penyandang difabel, khususnya di Desa Tibayan untuk lepas dari krisis ekonomi yang merupakan dampak pandemi. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

Warung Angkringan Difabel, Kreativitas Kelompok Disabilitas Klaten Hadapi Pandemi
Suasana pelatihan pemanfaatan medsos dan media massa untuk strategi promosi sekolah. (Foto:Istimewa)

Plus

Gunakan Medsos Secara Bijak, Strategi Kenalkan dan Promosi Sekolah
Sebanyak 110 PNS pra purna yang mengikuti pembekalan yang diselenggarakan BKPSDM Kota Yogyakarta. Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Jelang Purna Tugas, Ratusan ASN Pemkot Yogya dapat Motivasi dan Pelatihan
Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds selaku co founder Komunikotavisual yang juga dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta memberikan paparan materi seputar branding dan packaging. (Foto: Istimewa)

Plus

Dosen DKV ISI Surakarta Beri Materi Packaging untuk UMKM Kampung Batik Kauman
Selain banyak diminati konsumen di Indonesia, batik ciprat ini mulai diminati para konsumen dari Malaysia dan Irlandia. (Foto:Diskominfo Kabupaten Temanggung)

Plus

Batik Ciprat Difabel Diminati Pasar Malaysia dan Irlandia
Mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta yang diinisiasi oleh Komunikotavisual memperingati Hari Lahir Pancasila dengan unjuk karya doodle art. Foto: Dok.FSRD ISI Surakarta

Plus

Ajak Generasi Milenial, Komunikotavisual Peringati Hari Lahir Pancasila dengan Doodle Art