Home / Plus

Sabtu, 9 Juli 2022 - 10:58 WIB

UMKM Asal Malang Ini pun Dapat Berkah dari Lapak Ganjar

Foto: Diskominfo Jateng

Foto: Diskominfo Jateng

NYATANYA.COM, Malang – Lapak Ganjar, program promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata bukan hanya dirasakan kemanfaatannya oleh pelaku UMKM di Jawa Tengah.

Diajeng Maya Art and Craft yang beralamat di Puncak Buring Indah A1/25 Kota Malang Jawa Timur, juga ketimban untung setelah ikut diunggah ulang di Instastory akun orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

UMKM yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media seperti keramik, hijab, masker dan lain sebagainya itu mengalami kenaikan permintaan hingga 80 persen. Bahkan permintaan, terutama produk masker datang dari Amerika.

Owner Diajeng Maya Art and Craft, Maya menceritakan, usahanya itu mulai dirintis sejak 2015 silam, berdasarkan hobinya melukis.

Foto: Diskominfo Jateng

Saat itu, karya lukis keramiknya menyabet juara suvenir keramik sekaligus juara favorit, dalam lomba suvenir yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Malang.

“Berdiri dari tahun 2015 pertengahan tepatnya. Awal mulanya sekadar hobi. Kebetulan di Malang Raya ada lomba suvenir yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Malang, dan saya mencoba ikut, alhamdulillah dapat dua kategori sekaligus. Yang satu keramik dan favorit,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).

Pengalaman itu, kemudian dikembangkan menjadi usaha yang diberi nama Diajeng Maya Art and Craft, yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media.

“Produknya yang jelas bergerak di bidang lukis dari berbagai media. Awalnya glass painting, karena belajarnya glass painting, terus berinovasi membuat tas lukis, hijab lukis, masker lukis, kain lukis dan lain-lain, juga ada daun lukis,” paparnya.

Baca juga   Unik dan Artistik, Monumen Elang Berbahan Knalpot Brong Hasil Razia Polres Sukoharjo

Namun, usahanya yang sudah ditekuni beberapa tahun itu nyaris tumbang karena dihantam pandemi Covid-19. Pada bulan puasa yang biasanya banjir orderan, saat itu sepi permintaan.

“Kondisi pandemi awalnya agak berat, waktu itu awal puasa, biasanya orderan sudah antre, tapi karena ada pandemi tiba-tiba mati, dan banyak yang beralih ke sembako untuk memberikan bingkisan,” kisahnya.

Foto: Diskominfo Jateng

Maya pun berinovasi membuat masker lukis. Selain dibutuhkan untuk protokol kesehatan, maskernya sangat fashionable untuk digunakan.

Kebetulan waktu itu ia sertakan masker lukis burung Garuda dan pulau Indonesia promo di Lapak Ganjar edisi Hari Pancasila.

“Akhirnya saya berinovasi buat masker lukis. Selain sehat untuk prokes juga fashionable. Waktu itu Pak Ganjar bikin edisi Pancasila saya mencoba bikin lukis Garuda dan pulau Indonesia. Alhamdulillah waktu Agustus itu banyak orderan kemerdekaan. Habis di-reposting Pak Ganjar, meningkat sampai 80 persen untuk masker lukisnya,” ungkap Maya.

Pemintaan masker lukis paling jauh datang dari Amerika. Terutama bergambar wayang, karena banyak orang indonesia di Amerika ingin menunjukkan budaya Indonesia.

“Karena di sana banyak orang Indonesia yang ingin menunjukkan budaya Indonesia,” imbuhnya.

Lantaran dirasa Lapak Ganjar memberikan manfaat yang signifikan, Maya kembali ikut mempromosikan produk keramik lukis pada edisi lain.

Baca juga   PT TWC Dorong Mitra Binaan Masuk Market Place Taraf Internasional

“Juga keramik lukis saya dapat orderan dari keraton Surakarta, untuk membuat repro lukisan lagi yang mungkin sama beliau mau di pasang ke kafe atau pribadi. Yang jelas ada orderan dari keraton Surakarta. Waktu itu, keramik piring yang dipasang di tembok minta gambar ikan sama kupu-kupu. Iya, lukisan jadul direpro, dibuat baru lagi untuk dipasang di sana,” ucapnya.

Nah, semakin banyak permintaan, akhirnya Maya menggandeng Kumpulan Lukis di Malang Raya untuk berproduksi.

“Untuk memenuhi kebutuhan produksi, karena saya bidang lukis tidak semua bisa melukis, saya memilih teman yang bisa melukis,” tuturnya.

Selain bisnis, Maya ingin mengampanyekan ke-Indonesiaan melalui gambar pada produk-produknya. Yakni berciri khas Indonesai dari adat budaya, serta flora dan fauna.

“Tujuannya ingin memperkenalkan Indonesia ke mancanegara. Untuk penjualannya, selain online saya ada offline, di gallery Atria Hotel, Rumah Solusi Kota Malang juga ada,” jelasnya.

Baginya, program Lapak Ganjar sangat bagus untuk membantu UMKM. Sehingga, ia berharap Lapak Ganjar bisa selalu eksis.

“Pertama saya jelas ngefans berat sama Pak Ganjar, karena punya karisma khusus, sama rakyat itu bisa enak cara bergaul, berkomunikasi tidak kaku. Harapannya dengan adanya Lapak Ganjar berarti meningkatkan profit atau omzet UMKM di Indonesia secara langsung. Kalau bisa terus ada bukan hanya masa pandemi,” tandasnya.

(Wk/Ul/N1)

Share :

Baca Juga

Foto: Dok.UGM

Plus

Bawa Pulang 13 Medali, UGM Juara Umum 3 ON MIPA 2022
Budiyono menunjukan lukisan daun Bodhi yang telah dipisahkan pigmennya, sehingga menjadi media lukis yang eksotis. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Melukis di Atas Daun Bodhi, Hasilnya Natural dan Eksotis
Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

15 KPM PKH Kota Yogya Siap Jalankan Usaha Olahan Lele Tanpa Duri
JKPC membagikan paket takjil untuk warga Yogya di depan Benteng Vredeburg. (Foto: Dok.JKPC)

Plus

Jogja Koes Plus Community Bagi Takjil untuk Warga Yogyakarta
Ganjar Pranowo saat mampir ke salah satu toko roti di Pati. (Foto: Humas Jateng)

Plus

Omset Jatuh Selama PPKM, Tri Isnaeni Kembali Bersemangat Dikunjungi Pak Ganjar
Gereja Santa Maria Assumpta Pakem menggelar Program Kali Bersih (Prokasih) berkolaborasi dengan dua Kalurahan di Kapanewon Pakem, Hargobinangun dan Purwobinangun. Foto: Ist

Plus

Kaline Resik, Rejekine Apik! Ratusan Orang Ikuti Prokasih Lereng Merapi
Proses pembangunan masjid hingga saat ini masih terus berlangsung kendati dengan keterbatasan anggaran. (Foto:P Istimewa)

Plus

Ayo Beramal Jariyah, Masjid Al Hidayah Butuh Uluran Donatur
Kolang kaling memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. (Istimewa)

Plus

Naik Pamor saat Ramadan, Ternyata Ini Manfaat Kolang Kaling bagi Kesehatan