Home / Peristiwa

Senin, 6 September 2021 - 10:00 WIB

UWM Bakal Miliki Gedung Baru Kampus Berbasis Budaya

Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus UWM berbasis budaya.  (Foto: Humas Pemda DIY)

Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus UWM berbasis budaya. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH., SU mengawali peletakan batu pertama pembangunan kampus baru Universitas Widya Mataram (UWM) di Jalan Tata Bumi Selatan, Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (5/9/2021).

Prosesi pembangunan kampus baru Universitas Widya Mataram (UWM) secara simbolis diawali dengan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Prof. Mahfud MD, selaku Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta.

Kemudian dilanjutkan oleh GKR Mangkubumi selaku perwakilan dari Kraton Ngayogyakarta, dan Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., serta Rektor UWM Prof. Edy Suandi Hamid, M.Ec.

Gubernur DIY dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pembangunan kampus baru Universitas Widya Mataram. Sri Sultan selaku pendiri dan sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Mataram Yogyakarta juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika Widya Mataram atas usaha kerja kerasnya selama ini.

“Terima kasih atas semua upaya, semua bantuan, kerja keras semua civitas Akademik Widya Mataram sehingga kita bisa hadir dan menyaksikan untuk peletakan batu pertama pembangunan kampus secara bertahap. Harapan saya, ini salah satu aktivitas yang punya korelasi untuk meningkatkan kualitas produk mahasiswa, tapi juga membangun akuntabilitas pada publik,” terang Sri Sultan.

Pada 7 Oktober 1982 yang lalu, saat Universitas Widya Mataram didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Sultan Hamengku Buwono X (saat itu pangeran Mangkubumi), UWM diharapkan mampu hadir sebagai perguruan tinggi berbasis budaya, yang bermutu dan kontributif bagi pembangunan bangsa.

Baca juga   Pemkot Yogya Vaksinasi Dosis Ketiga bagi Nakes

“Saya berharap, dengan aktivitas budaya nanti yang ada di Widya Mataram ini bisa memberikan sumbangsih, tidak hanya pemikiran tetapi juga tenaga, yang memungkinkan untuk kita bangun dalam kebersamaan dengan mungkin akademisi dari kampus-kampus yang lain,” tutur Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Mahmud MD memberikan sambutannya selaku Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta mengatakan, jauh hari sebelum dirinya menjabat sebagai Menko Polhukam, diskusi tentang pembangunan kampus selalu dilakukan.

“Bagaimana kita mempunyai sebuah kampus, yang representatif dan mengembangkan Universitas Widya Mataram ini seperti kampus yang berbasis budaya. Fisik harus punya dan menggambarkan budaya kita, budaya Jawa,” ucapnya.

Prof. Mahfud MD menjelaskan, setelah adanya pandemi, kita akan memasuki peradaban budaya baru. Secara fisik dan gerakan, serta produk-produk, barang, semua itu kedepannya akan berubah, tapi kampus berbasis budaya tidak boleh kehilangan ruhnya.

“Ruhnya itu, bahwa kalau di Indonesia itu hidup penuh dengan kesantunan, penuh persaudaraan, tepo seliro, dan sebagainya,” ucapnya lagi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Widya Mataram Edy Suandi Hamid mengungkapkan bahwa pembangunan kampus baru UWM ini merupakan cita-cita dan penantian panjang bagi civitas akademika UWM, menjelang ulang tahun ke-39 UWM (7/10/2020), barulah sekarang peletakan batu pertama pembangunan kampus baru UWM dapat dilakukan.

Ia menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prof. Mahmud MD., dan segenap pengurus Yayasan yang mendukung penuh pembangunan kampus tahap pertama ini.

Baca juga   Komoditas Kelengkeng Akan Dikembangkan di Kawasan Borobudur

Dijelaskan olehnya, bahwa gedung-gedung yang akan dibangun di area ini total berada di luas lahan 26.209m persegi. Pada tahap pertama, akan dimanfaatkan diatas lahan 15ribu meter persegi, yaitu akan dibangun Gedung Rektorat yang sementara peruntukannya akan digunakan sebagai ruang kuliah, tiga lantai, seluas 2.520m persegi dengan 28 ruang.

Akan dibangun juga Pendopo dengan luas 32x33m (1.056m persegi), gerbang kampus, area parkir, dan taman seluas 5ribu meter.

Adapun pembangunan tahap II direncanakan akan dibangun 4 unit gedung perkuliahan, sport hall dan amphitheater, serta gedung religious center.

Sebagai kampus yang bernaung di bawah Kraton Ngayogyakarta, maka keberadaan Pendopo – yang merupakan replikasi Pendopo Agung yang ada di kampus Mangkubumen – adalah suatu keniscayaan, yang menjadi penciri kampus UWM, yang berbeda dengan kampus lain di negeri ini atau bahkan di seluruh dunia.

Juga ada Gedung Religious Center, yang akan digunakan sebagai tempat diskusi dan pengkajian lintas agama, serta tempat ibadah bagi para mahasiswa dari berbagai agama resmi yang ada. Hal ini, sejalan dengan kedudukan UWM sebagai kampus inklusif, terbuka, dan memberikan serta memfasilitasi semua umat beragama untuk menjalankan ibadahnya dengan baik.

Rektor Universitas Widya Mataram, Edi Suandi Hamid berharap, “Semoga pada dies natalis ke-40 tahun depan, semua mahasiswa UWM sudah dapat menikmati kampus ini.”

Turut hadir dalam acara ini Bupati Sleman beserta jajarannya, anggota Forkopimda DIY dan pejabat terkait lainnya. (*)

Share :

Baca Juga

Heroe Poerwadi memimpin jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pemkot Yogya Gelar Prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijoyo
Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Agus Santosa usai peletakan batu pertama pembangunan gedung pertemuan. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Setelah MPP, Pemkab Sukoharjo Bangun Gedung Pertemuan
Walikota Yogyakarta Haryadi secara simbolis menerima bantuan 15 unit konsentrator oksigen dari Goto kepada Pemkot Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pemkot Yogya Terima Donasi Konsentrator Oksigen dari Goto
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming saat mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Negara Kelas I Kota Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Warga Binaan Rutan Surakarta Terima Order Menjahit
Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai melantik sepuluh pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemda DIY. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Ini 10 Pejabat Baru Pemda DIY yang Dilantik Gubernur
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat launching Program 'Kita Jaga Usaha' yang diinisiasi Baznas. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

‘Kita Jaga Usaha’, Stimulus Bagi UMKM dari Baznas
Serbuan Vaksin yang digelar Kodim Kota Salatiga. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Percepat Vaksinasi, Kodim Kota Salatiga Gelar Serbuan Vaksin
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo pantau langsung warga yang lakukan isoman. (Foto: Humas Kab.Bantul)

Peristiwa

Joko Purnomo Kunjungi Warga Isoman di Wilayah Tirtosari