Home / Peristiwa

Jumat, 27 Agustus 2021 - 08:29 WIB

Setelah Thailand dan Kamboja, Salak Nglumut Srumbung Siap Ekspor ke China

Proses penyortiran salak Nglumut di Packing House Gapoktan Ngudiluhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Proses penyortiran salak Nglumut di Packing House Gapoktan Ngudiluhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Komoditas salak Nglumut organik di lereng Gunung Merapi menjadi perhatian negeri Tirai Bambu. Secara khusus General Administration of Custom China (GACC) melakukan audit virtual terkait proses pengemasan salak Nglumut.

Semua proses audit itu digelar secar terbuka di rumah pengemasan (Packing House) milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur Desa Kaliurang Kacamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Ditengarai Packing House (PH) ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Proses audit virtual itu berkenaan dengan permintaan ekspor buah tropis ke China seperti pengelolaan buah, SOP karantina dan yang paling utama adalah penerapan protokol kesehatan para pekerja dalam pengemasan.

Selain PH di lereng barat Gunung Merapi ini juga melakukan audit kepada 9 Rumah Pengemasan/Packing House lain yang terpilih mewakili Indonesia, dengan komoditas buah naga, salak dan manggis. GACC sendiri merupakan lembaga karantina resmi Negeri Tirai Bambu China.

Baca juga   Polres Magelang Gelar Operasi Patuh Candi 2021

“Untuk Jawa Tengah diwakili PH CV Gapoktan Ngudi Luhur di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang dengan komoditas salak,” ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikuktura Ade Srikuncoro Kusumaningtyas di kantornya, Kamis (26/8/2021).

Proses audit secara virtual ini untuk menjamin mutu dan keamanan pangan khususnya komoditas salak Nglumut yang rencananya akan diperkenalkan ke masyarakat Cina.

Jika nantinya hasil audit GACC menyatakan layak proses, maka Gapoktan ini dapat memulai ekspor salak Nglumut ke Cina.

Ade menambahkan Pendaftaran Rumah Pengemasan/Packing house Pangudi Luhur telah memenuhi syarat Cara Penanganan Produk Segar yang Baik/CPPSB. Hal itu juga diperkuat oleh Surat Keterangan Level 2 Penerapan Sanitasi Higienis melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng.

Baca juga   Kota Magelang Raih WTP untuk Kelima Kalinya

Lahan pertanian salak nglumut yang dikelola Gapoktan Ngudi Luhur luasnya hampir 200 hektar.

Sejak masa pandemi Covid-19 Gapoktan Ngudi Luhur tetap eksis ekspor buah salak organik ke Thailand dan Kamboja.

“Harapan besar untuk bisa ekspor ke China agar peluang pasar salak semakin besar sehingga semakin meningkat kesejahteraan petani,” harapnya.

Salak nglumut yang dikembangkan para petani teladan itu berasal dari lahan pertanian organik sehingga memiliki citarasa lebih manis dan segar dibanding salak lainnya. (*)

Share :

Baca Juga

Hanya pasar esensial yang boleh buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Ini Pasar di Yogya yang Tutup Selama PPKM Darurat
BNPB Pusat memberikan bantuan 13.400 buah masker kepada BPBD Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

BPBD Surakarta Terima Bantuan 13.400 Masker dari BNPB Pusat
Bupati Klaten melepas armada pengiriman bantuan beras dari Kemensos RI ke 26 wilayah kecamatan. (Foto:Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Pemkab Klaten Salurkan 3.000 Paket Beras Bantuan Kemensos
Perpustakaan Kota Yogya yang berada di Jalan Suroto Kotabaru tutup selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

PPKM Darurat Layanan Perpustakaan Kota Yogya Tutup
Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Walikota Gibran Rakabuming Raka meninjau rusunawa Semanggi. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Menko PMK Dukung Pembangunan Ulang Rusunawa Semanggi
Kegiatan vaksinasi di kampung untuk menyisir warga di lingkungan paling bawah yang belum mendapat suntikan vaksin Covid-19. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Vaksinasi Covid-19 Mulai Blusukan Masuk Kampung

Peristiwa

Wawali Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen di PMI
Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba menyantuni anak yatim piatu akibat Covid-19 dalam program 'Aku Sedulurmu'. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

‘Aku Sedulurmu’ Santuni Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19