Home / Peristiwa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:27 WIB

Usung Tema Rikat Rakit Raket, Jogja Cross Culture 2024 Ruang Ekspresi Bersama Tampilkan Potensi Wilayah

Jogja Cross Culture berlangsung meriah di sepanjang Jalan Malioboro pada Sabtu (25/5/2024). Foto: Humas Pemkot Yogya

Jogja Cross Culture berlangsung meriah di sepanjang Jalan Malioboro pada Sabtu (25/5/2024). Foto: Humas Pemkot Yogya

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Jogja Cross Culture (JCC) kembali digelar untuk keenam kalinya, pada Sabtu (25/5/2024) di sepanjang Jalan Malioboro.

Digelar meriah mengangkat tema Rikat Rakit Raket dengan menyajikan belasan panggung yang masing-masing dikelola seniman dari 14 kemantren.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto mengatakan, tema Rikat Rakit Raket mempunyai filosofi atas suatu proses yang menjadi doa bagi semua pihak, perihal pengalaman artistik melalui kegiatan Jogja Cross Culture.

“Rikat, bermakna kehidupan masyarakat di Kota Yogyakarta yang selalu bergerak dan bekerja cepat. Kemudian Rakit, berarti berproses saling melengkapi dan menyempurnakan, serta Raket, yaitu kebersamaan yang saling mendukung,” katanya.

Pihaknya berharap Jogja Cross Culture dapat menjadi salah satu ikon promosi dan peluang bagi pelaku usaha, juga masyarakat pemerhati seni budaya di Yogyakarta.

Baca juga   Yogya Diharapkan Jadi Pelopor Kota Ramah Lansia

Dalam rangka membawa ekonomi Kota Yogya naik tingkat, hingga dapat jauh lebih kuat lagi daripada sebelumnya.

Sejalan dengan itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, konsep JCC 2024 berbeda dengan tahun sebelumnya.

Disajikan 15 panggung, dengan 1 panggung utama dan 14 lainnya yang dikelola tiap kemantren di sepanjang Jalan Malioboro sejauh 1,2 kilometer.

“Ini merupakan laboratorium seni juga ruang ekspresi bersama, yang menghadirkan kolaborasi antara para seniman lokal dari 14 kemantren di Kota Yogya, sekaligus menjadi panggung terpanjang untuk menampilkan potensi yang dimiliki setiap wilayah,” jelasnya.

Salah satu penampil dari Kemantren Wirobrajan, Tini mengatakan, JCC 2024 menjadi satu hal yang berbeda karena tiap kemantren ditantang untuk lebih kreatif lagi dalam menyajikan seni dan potensi wilayah di panggungnya sendiri.

Baca juga   Kudus Bermunajat, Bupati Ingatkan Semua Pihak Tak Kendor

“Kalau persiapan hanya kurang dari seminggu, karena pemuda yang aktif di Karang Taruna bisa mengkoordinir. Untuk kali ini lebih menarik tantangannya, karena kami menjadi pengelola sekaligus penampil. Kami menyajikan bergodo, kesenian angklung, jatilan serta musik dan tari,” ujarnya.

Sementara itu salah satu penonton yang merupakan wisatawan dari luar Yogyakarta, Dian mengungkapkan, sepanjang Jalan Malioboro terasa lebih menarik dengan adanya pertunjukan seni di banyak titik.

“Ya memang jadi semakin padat jalannya, tapi ini menjadi hiburan menarik dan gratis untuk wisatawan atau warga sekitar. Harapannya bisa terus berlanjut, dengan konsep yang semakin menarik,” ungkapnya. (N1)

Share :

Baca Juga

Pertamina EP Rantau Field dan Kerja Sama Operasi (KSO) Aceh Timur Kawai Energi, menutup sumur minyak ilegal yang pernah terbakar di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

Peristiwa

Cegah Insiden, Pertamina Rantau Tutup Sumur Minyak Ilegal
Salah satu cagar budaya di wilayah Kabupaten Sleman yang penuh coretan-coretan liar. Vandalisme pada benda-benda cagar budaya merupakan sebuah bentuk perusakan karena tidak menghargai nilai penting cagar budaya itu sendiri. (Foto: MC Kab Sleman)

Peristiwa

Kundha Kabudayan Sleman Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya
Presiden Joko Widodo saat melakukan pengecekan infrastruktur yang akan digunakan untuk KTT G20 di Nusa Dua, Bali. (Foto: Setpres)

Peristiwa

Menuju KTT G20, Bali Menggeliat Lagi

Peristiwa

Bocah 6 Tahun di Surabaya Tewas Dianiaya Ibu Kandung, Ternyata Dilakukan Bersama Pasangan Sesama Jenisnya
Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM di depan driver ojol yang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD DIY. Foto: Ist

Peristiwa

Ojol Demo Kenaikan BBM, Dr R Stevanus: Kenaikan BBM Memberatkan, Perlu UU yang Pro Driver Online
Potong tumpeng dalam rangka HPN 2022 dilakukan Ketua PWI DIY Hudono SH dan diserahkan kepada Ketua IKWI DIY Hj Sri Surya Widati. (Foto: Agoes Jumianto)

Peristiwa

HPN 2022 PWI DIY, Pers Adalah Rumah Penjernih Informasi
Bupati Purworejo, Agus Bastian. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Tiadakan Salat Idul Adha di Lapangan dan Masjid
Ganjar Pranowo sarungan dalam rangka mangayubagya peringatan Hari Santri. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Hari Santri, Ganjar dan ASN Pemprov Jateng Kompak Pakai Sarung