Home / Panggung

Jumat, 9 Juli 2021 - 19:44 WIB

Uut Salsabila dan Dunia Campursari

(Foto:nyatanya.com/dokumentasi pribadi)

(Foto:nyatanya.com/dokumentasi pribadi)

NYATANYA.COM, Gunungkidul – Nama Uut Salsabila bagi sebagian masyarakat Yogyakarta utamanya seputaran Gunungkidul dan sekitarnya memang bukan orang baru di ranah hiburan campursari.

Namanya begitu akrab di tengah hati penggemarnya, tak salah bila kemudian ia dipercaya mengampu acara musik campursari di stasiun Jogja TV bernama Klinong-klinong.

“Ya karena awalnya aku menyanyi memang dari campursari, karena memang aku suka banget dengan kesenian tradisional seperti campursari ini,” ujar Uut Salsabila.

Baca juga   Pekan Kesenian Rakyat Jateng 2021 Digelar di Taman Buah Karangrejo Borobudur
(Foto:nyatanya.com/dokumentasi pribadi)

Saking cintanya dengan dunia musik campursari itu, perempuan kelahiran Klaten 5 Oktober 1987 yang tinggal di Karangsari, Semin, Gunungkidul ini juga memiliki grup campursari yang mewadahi musisi lokal dan bersama-sama nguri-uri kesenian tradisional sebagaimana sudah diwariskan sang legendanya musik campursari Gunungkidul, Mantous.

“Nama grupnya Campursari Guntur Madu mas,” tukas pengidola Soimah Poncowati dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

Beberapa kali pula Campursari Guntur Madu tampil menghibur pemirsa Jogja TV. Sebelum pandemi jelas job pun mengalir di banyak acara dan tempat. Namun sekarang, Uut Salsabila dan kelompok campursarinya ikut terdampak Covid-19 karena tak lagi bisa melayani job secara live di tengah masyarakat penggemar dan hanya tampil dilayar kaca.

Baca juga   Sendratari Jataka dan Wayang Jembrung Meriahkan Festival Bukit Menoreh

“Ya pripun melih mas, berdoa aja pandemi segera usai sehingga dunia hiburan bisa bangkit seperti dulu lagi,” pungkas Uut Salsabila. (N1)

Share :

Baca Juga

Lukisan karya Chryshnanda Dwilaksana berjudul "Bulan di atas Borobudur". (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Ekspressionisme Ala Chryshnanda Dwilaksana
Yossie Riyani. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

Yossie Riyani Debut Single Langgam “Kenyo Yogya” Ciptaan Kodhe Mondoliko
Selama delapan hari di Dubai Expo, Abdi Dalem Mataya mengisi repertoar tari di beberapa ruang pertunjukan. (Foto: kratonjogja.id)

Panggung

Repertoar Tari Klasik Keraton Yogyakarta Memukau Paviliun Indonesia di Dubai Expo
Ndarboy Genk dan penghargaan Penyanyi Ambyar Pria Terbaik MNCTV. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)

Panggung

“Mendung Tanpo Udan” Bawa Ndarboy Genk Penyanyi Ambyar Pria Terbaik MNCTV
Workshop "Dibalik Proses Kreatif Fotografi Wayang" dengan menghadirkan sejumlah narasumber. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

RUMAKET Gelar Workshop “Dibalik Proses Kreatif Fotografi Wayang”
Ganjar yang duduk didampingi Bayu Skak tampak terpingkal dengan adegan itu. Usai film selesai diputar, Ganjar mengatakan, menjadi artis itu ternyata susah. (Foto: Humas Jateng)

Panggung

Nonton Film Yowis Ben 3, Ganjar: Syuting Seharian, Tapi Nongol “Mung Sediluk”
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bowono X dalam sambutan pembukaan FKY 2021 secara daring. (Foto: screenshoot fky.id)

Panggung

FKY 2021 “Mereka Rekam” Resmi Dibuka Sri Sultan HB X Secara Daring
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat melaunching Aplikasi Sapa Budaya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Bangun Jejaring Pelaku Budaya, Pemkot Yogya Launching Aplikasi Sapa Budaya