Home / Wisata

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 22:12 WIB

Wajib Check In Aplikasi PeduliLindungi, Ketep Pass Mulai Dikunjungi Wisatawan

Pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan melakukan scan barcode. Bagi yang tidak memiliki smartphone, maka bisa menggunakan kartu vaksin yang akan disesuaikan dengan identitas pemilik. Mereka juga harus dicek suhu tubuhnya. (Foto: Humas/beritamagelang)

Pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan melakukan scan barcode. Bagi yang tidak memiliki smartphone, maka bisa menggunakan kartu vaksin yang akan disesuaikan dengan identitas pemilik. Mereka juga harus dicek suhu tubuhnya. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Ratusan pengunjung mulai melancong ke objek wisata Ketep Pass di hari pertama uji coba pembukaan di masa PPKM, Jumat (29/10/2021). Namun demikian, banyak pengunjung yang harus putar balik karena tidak memenuhi syarat untuk memasuki objek wisata ini.

“Dengan terpaksa saya mohon maaf, banyak yang kita tolak masuk dan harus putar balik karena mereka tidak memenuhi syarat masuk ke objek wisata,” ujar Direktur BPOW Ketep Pass, Mul Budi Santoso.

Ia mengatakan, pengunjung yang diputar balik adalah mereka yang tidak bisa menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, atau kartu vaksin. Namun ada juga yang membawa anak di bawah usia 12 tahun.

“Karena Kabupaten Magelang masih di level III, maka persyaratan masuk objek wisata cukup ketat, anak usia di bawah 12 tahun belum diperbolehkan masuk karena belum divaksin,” katanya.

Mul Budi yang akrab disapa Bodrek ini menambahkan, wisatawan yang datang berkunjung mencapai sebanyak 200 orang. Hal itu bisa diketahui dalam scan barcode QR PeduliLindungi. Sedangkan yang diputar balik juga cukup banyak. Mereka merupakan wisatawan yang datang bersama rombongan keluarga. Ada yang datang dari Lampung, Kudus, Semarang, Yogyakarta dan kota-kota lain.

Baca juga   Pasien Covid-19 di Magelang Tambah 20, Kasus Aktif Jadi 89 Orang

Bodrek memaklumi bila ada wisatawan yang tidak suka dengan aturan semacam ini.

“Tadi ada yang marah-marah karena tidak bisa masuk gara-gara dalam rombongan ada anak di bawah usia 12 tahun. Mau bagaimana lagi, kita harus tegas dan taat aturan,” tegasnya.

Ia menekankan, selama masa uji coba, pihaknya harus menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan melakukan scan barcode. Bagi yang tidak memiliki smartphone, maka bisa menggunakan kartu vaksin yang akan disesuaikan dengan identitas pemilik. Mereka juga harus dicek suhu tubuhnya.

Baca juga   Sambut Ramadan, Sare Hotel Siapkan Program Angkringan Plus Plus “PakDhe Supri”

Jumlah pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas. Maka kapasitas pengunjung yang boleh datang maksimal 1.500 orang dari kuota sebanyak 6.000. Jumlah itu sudah termasuk karyawan dan pedagang.

Jam operasional dari pukul 08.00-15.00 WIB. Dalam satu pekan ada satu hari libur, yakni Senin. Saat hari libur maka digunakan untuk penyemprotan disinfektan di seluruh area objek wisata.

“Hal itu kita lakukan untuk menambah kenyamanan dan keamanan pengunjung,” ucapnya.

Harga tiket masuk tidak ada perubahan, masih tetap sama, untuk weekday sebesar Rp10.500, sedangkan weekend Rp12.500,-.

BPOW Ketep Pass menjadi salah satu dari 40 taman rekreasi di Indonesia yang sudah diperbolehkan untuk uji coba buka kembali. Uji coba pembukaan kembali berdasarkan SE Kemenparekraf RI Nomor : SE/31/IL04.00/DII/2021 tanggal 25 Oktober 2021. Ketep Pass lolos audit dengan nilai memuaskan untuk sertifikat CHSE. (*)

Share :

Baca Juga

Brongkos Campur dengan isi tahu, telur, kacang tolo dan tetelan menjadi salah satu yang paling digemari pengunjung Warung Brongkos Handayani. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Dolan ke Yogya, Jangan Lupa Cicipi Gurihnya Brongkos Handayani yang Legendaris
Objek Wisata Air Terbesar di Kota Pekalongan tidak lama lagi akan terwujud. Saat ini sudah berada ditahap finishing dan akan usai pada tanggal 31 Desember 2021. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Wisata

Finishing, Wisata Air Terbesar di Pekalongan Rampung 31 Desember 2021
Ternyata belum semua wisatawan menginstal plikasi PeduliLindungi sebagai syarat mengunjungi Candi Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Masih Banyak Wisatawan Belum Instal Aplikasi PeduliLindungi
Masjid Tiban Wonokerso di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. (Foto: Diskominfo Jateng)

Wisata

Jejak Wali Songo di Masjid Wonokerso Wonogiri, Cikal Bakal Pembangunan Masjid Demak
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan simulasi uji coba pembukaan usaha pariwisata di Candi Borobudur. (Foto:Humas Jateng)

Wisata

Uji Coba Lancar, Candi Borobudur dan Prambanan Terima Wisatawan
Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Desa Wisata Nglanggeran Raih Best Tourism Village 2021 dari UNWTO
Foto:MC Kalsel/AY

Wisata

Foto: Wisata Bamboo Rafting Loksado
Destinasi wisata baru bernama Talang Londo mengusung tema air dengan wahana perahu dan kano yang melintas memanfaatkan aliran Sungai Manggis tersebut semakin diminati pengunjung. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Talang Londo, Destinasi Wisata Air Baru di Kabupaten Magelang