Home / News

Sabtu, 26 Juni 2021 - 12:17 WIB

Warga Boyolali Dilarang Gelar Hajatan, yang Sudah Terlanjur Dapat Izin Dicabut

(Ilustrasi: nyatanya.com)

(Ilustrasi: nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Boyolali – Meski saat ini Boyolali masih berada di zona risiko sedang (orange), namun antisipasi dan pelaksanaan PPKM Mikro tetap diperketat. Salah satunya adalah tak diberikannya izin bagi penyelenggaraan hajatan.

Semua izin penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Boyolali dicabut, menyusul aturan larangan penyelenggaraan hajatan yang termuat dalam Surat Edaran terbaru Bupati Boyolali No 300/1995/5.5/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro.

Sebelumnya, pelaksanaan hajatan diperbolehkan dengan pembatasan jumlah tamu, pola penerimaan tamu, dan penyajian jamuan hingga waktu pelaksanaan. Namun dengan perkembangan Covid-19 saat ini, Pemkab Boyolali mengeluarkan kebijakan baru. Seluruh elemen masyarakat Boyolali dilarang menggelar hajatan dan yang sudah telanjur mendapatkan izin dari pemerintah kecamatan dicabut. Sesuai aturan tersebut, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Boyolali dilarang menyelenggarakan hajatan mantu/ngunduh mantu dan khitanan. Namun dari ketentuan itu, ada beberapa hal yang dikecualikan.

Baca juga   Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Pengalihan Arus pada Malam Pergantian Tahun

Pengecualian itu yakni akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) atau di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan melibatkan maksimal 10 orang dari unsur keluarga inti dan tetangga sekitar. Alokasi waktu paling lama 60 menit dan wajib menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pengecualian pada izin penyelenggaraan hajatan Boyolali juga berlaku pada acara khitanan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan paling banyak lima orang dari keluarga inti. Terkait ketentuan baru itu, pemerintah kecamatan mulai memperketat izin hajatan.

Baca juga   Vaksin AstraZeneca Donasi Jepang Sebanyak 448.000 Dosis Kembali Mendarat di Bandara Soetta

Bahkan untuk saat ini izin hajatan yang dilakukan di rumah, bukan di KUA dengan pembatasan, tidak lagi dikeluarkan. Camat Banyudono, Radityo Sumarno, mengatakan untuk izin hajatan yang sudah dikeluarkan sampai dengan 5 Juli 2021 dicabut dan tidak berlaku lagi. “Untuk proposal baru tidak kami izinkan,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Ia menyebutkan jumlah izin hajatan warga Banyudono, Boyolali, yang dicabut ada tujuh. Sedangkan jumlah izin hajatan yang ditolak ada enam. “Lalu untuk permohoban setelah tanggal 5 Juli belum kami keluarkan enam pemohon,” lanjutnya. (*)

Share :

Baca Juga

Sejumlah pekerja mengerjakan perbaikan drainase diseputar Sirkuit Pertamina Mandalika. (Foto: Taofiq Rauf/InfoPublik)

News

Jelang MotoGP, Sirkuit Pertamina Mandalika Terus Berbenah
(Foto: ANTARA)

News

Kemlu: WNI yang Disandera di Yaman dalam Kondisi Sehat
Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar bekerjasama dengan PT Semen Grobogan. (Foto: MC Kab Grobogan)

News

Genjot Vaksinasi, Grobogan Gandeng Perusahaan Semen
(Foto: Istimewa/Biro Humas Kemenag)

News

Kemenag Susun Skenario dan Timeline Pemberangkatan Jemaah Umrah
(Foto: ANTARA)

News

PVMBG: Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Guguran Lava Pijar
Warga Gunung Bakal membawa "Lenteng" setelah dilakukan doa bersama. (Foto: MC Kab Magelang)

News

Tradisi Grebeg Lenteng Digelar Sederhana di Sumberarum Tempuran
Kematian wartawan Udin masih menjadi misteri sampai hari ini. PWI DIY meminta Polisi segera ungkap siapa pelaku pembunuh Udin sebenarnya atau kibarkan bendera putih. (Foto:istimewa)

News

25 Tahun Kasus Pembunuhan Wartawan Udin, PWI Minta Polisi Ungkap Pelaku atau Kibarkan Bendera Putih
Visual Gunung Merapi saat awan panas guguran pukul 04.36 WIB pagi tadi. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Guguran Pagi tadi