Home / News

Kamis, 16 September 2021 - 15:38 WIB

Warga Wadas Pendukung Bendungan Bener Tuntut BBWS Lakukan Pengukuran Tanah

Warga Wadas melakukan audensi bersama BBWS. (Foto: Zainuri Arifin)

Warga Wadas melakukan audensi bersama BBWS. (Foto: Zainuri Arifin)

NYATANYA.COM, Yogyakarta  – Sebanyak 25 warga Wadas, Bener, Purworejo, Jateng, Kamis  (16/9/2021) siang mendatangi BBWS DIY untuk melakukan audensi terkait proyek nasional pembangunan Bendungan Bener. Kedatanagn warga tersebut didampingi tim advokad dari LBH Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo. Dalam audensi warga beserta tim laywer diterima oleh Triyanto M Eng, selaku Ketua PPK Bendungan. 

Disampaikan oleh Sabar (52) salah satu perwakilan warga, bahwa tujuan bertatap muka dengan BBWS guna menyampaikan tuntutan agar pelaksanaan proses pembangunan Bendungan Bener, pengukuran tanah yang sudah dibebaskan serta peroses pengeboran (penggalian batu andesit segera direalisasikan.

“Kami warga yang secara sadar dan ikhlas mendukung penuh pembangunan proyek Bendungan Bener berharap kepada pihak BBWS untuk segera merealisasikan pengerjaan proyek tersebut, Dan terpenting lagi, kami sudah merelakan tanah kami untuk dibebaskan. Maka kami menuntut untuk segera dilakukan pengukuran tanah kami. Jangan diulur-ulur lagi,” tegas Sabar dalam penyampaiannya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Fachri selaku Lurah Wadas. Dirinya menuntut kepada pihak BBWS agar segera turun langsung melakukan pengukuran dan pembebasan tanah warga yang selama ini memberikan dukungan dan menyetujui proyek pemerintah.

Baca juga   Ini 6 Perusahaan di DIY yang Boleh Beroperasi Penuh Selama Perpanjangan PPKM

“Warga saya sudah sepenuh hati mendukung proyek pemerintah. Sudah ikhlas dan rela tanahnya dibebaskan. Warga saya sangat sadar  akan banyaknya manfaat dari bendungan itu nantinya. Sehingga, kami mohon jangan ditunda-tunda dalam merealisasikan pembangunannya. Kasihan warga saya…” kata Lurah Wadas dengan lantang.

Dirinya juga menambahkan, bahwa penundaan penggalian batu andesit di wilayahnya juga semestinya segera dilakukan mengingat vonis PTUN telah diputuskan dimenangkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo atas gugatan yang dilayangkan oleh GEMPADEWA yang mengatasnamakan warga penolak pembangunan Bendungan Bener, pada Senin (30/8/2021) lalu.

“Sejatinya mayoritas warga kami mendukung program pemerintah ini. Tidak ada warga yang menolak. Maka dari itu didukung putusan PTUN yang dimenangkan pemerintah atas gugatan tersebut, kami berharap BBWS segera menindaklanjuti dengan melanjutkan pembangunan bendungan,” pinta Fachri.

Sementara, Triyanto menanggapi tuntutan warga Wadas dengan menyampaikan bahwa rencana pembangunan bendungan akan segera dilanjutkan dengan dilakukannya pengeboran (penggalian) batu andesit pada minggu ketiga akhir bulan September 2021.

“Usai putusan dari PTUN beberapa waktu lalu, maka kami segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Pemrov Jateng, Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng. Koordinasi tersebut membahas rencana pengukuran tanah warga yang telah dibebaskan. Sehingga, dengan adanya sinergitas antara Pemvrov, Kodam dan Polda Jateng maka tidak akan ada lagi gejolak di tengah masyarakat. Petugas pengukuran tanah bakal didampingi oleh TNI-Polri,” urai Triyanto.

Baca juga   Genjot Vaksinasi Covid-19, DIY Targetkan 20.000 Orang Per Hari

Dirinya juga menambahkan, bahwa agenda pengukuran tanah dalam waktu dekat ini dipastikan berjalan lancar tidak akan menimbulkan konflik seperti sebelumnya.

“Petugas maupun warga yang mendukung pembangunan bendungan kerap mendapat intimidasi disebabkan warga yang menolak belum paham betul manfaat dan keuntungan dari bendungan yang dibangun dari bahan material batu andesit itu. Dalam pola pikir warga yang menolak, penggalian batu di Wadas akan merusak lingkungan, padahal tidak seperti itu,”  sambung Ketua PPK bendungan.

Dipaparkannya, lokasi penggalian batu andesit itu kedepannya akan direklamasi. Kemudian ditanami pohon-pohon perindang lalu dibangun tempat wisata dengan beragam fasilitas untuk pengunjung.

“Lokasi penggalian batu nantinya akan dibangun tempat wisata yang sangat menarik. Intinya, penggalian tidak benar akan merusak lingkungan. Sebab ditimbun tanah kembali, ditanami pohon perindang dan disekeling area dibangun tempat wisata yang bakal menjadi daya tarik wisatawan lokas maupun manca,” ungkapnya.  (N2)

Share :

Baca Juga

vaksinasi di pondok pesantren adalah bagian dari menyambut pelaksanaan pembelajaran tatap muka. (Foto: Humas Jateng)

News

Pemprov Salurkan 5.000 Dosis Vaksin untuk Ponpes di Jateng
Ribuan batang rokok ilegal kembali ditemukan Tim Penegakan Hukum Kabupaten Demak bersama Bea Cukai Semarang saat pelaksanaan Operasi Non Yustisial Pengumpulan Informasi Barang Kena Cukai (BKC), Selasa (12/10/21) di Pasar Guntur. (Foto:Kominfo Demak/ist)

News

Tim Gempur Rokok Ilegal Sita 3.576 Batang Rokok Bercukai Palsu
Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI 2021, Senin (16/8/2021) dari Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, DKI Jakarta. (Foto:Humas Pemda DIY)

News

Presiden Jokowi: Pandemi Ujian sekaligus Momentum Mawas Diri
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Zona Merah di Jateng Bertambah Jadi 13 Wilayah
Paku Alam X saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kulonprogo. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Wagub DIY: Partisipasi Perempuan untuk Vaksin Masih Kurang
(Foto: MC Kraton Jogja)

News

Hajad Dalem Garebeg Maulud 2021, Keraton Yogya Bagikan 2.700 Rengginang
Bupati Klaten dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi. Dalam waktu dekat pihaknya akan menyasar anak usia 12 - 18 tahun untuk divaksin. (Foto: Humas Klaten)

News

Jaga Imunitas, Klaten Targetkan 20.000 Vaksinasi Tiap Hari
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Tambah 2.089 Orang