Home / News

Senin, 19 Juli 2021 - 08:41 WIB

Waspadai Corona Varian Delta, Dinkes Imbau Warga Kenakan Dobel Masker

(ilustrasi:nyatanya.com)

(ilustrasi:nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Wonosobo – Laju pertambahan masif kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo diduga kuat disebabkan oleh telah masuknya varian baru, Delta. Sejak 3 Juli 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mencatat pertambahan kasus konfirm positif Covid-19 mencapai 1.425 kasus baru, atau sekitar 203 kasus per harinya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, DR Jaelan mengakui hal itu menguatkan dugaan bahwa varian Delta telah masuk ke Wonosobo.

“Salah satu tanda dari varian corona jenis Delta ini adalah cepatnya penyebaran dan juga tingginya angka kematian,” terang Jaelan.

Ia juga mencatat bahwa dalam kurun waktu 10 hari ini, pertambahan kasus kematian akibat corona mencapai 36 kasus, sehingga secara akumulatif, total kematian di Kabupaten Wonosobo kini berada pada angka 384 kasus.

Baca juga   PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar: Pastikan Bansos untuk Rakyat Dikeluarkan

“Ini cukup menggambarkan betapa cepat pertambahan kasus kematian, karena dalam 10 hari saja mencapai lebih dari 10% akumulasi total sejak 1,5 tahun terakhir masa pandemi”, lanjut Jaelan.

Melihat kenyataan di lapangan, di mana banyak warga masyarakat belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan, Jaelan mengaku khawatir situasi penanganan Covid-19 akan semakin menyulitkan semua pihak.

“Kami sampaikan bahwa saat ini kemampuan untuk melakukan deteksi atau tracking oleh petugas sangat terbatas, karena sudah banyak tenaga kesehatan dan petugas surveillance yang terpapar juga”, bebernya.

Baca juga   Ganjar Pranowo: 7.000 RT di Zona Merah Harus Lockdown

Karena itu, ia mengimbau agar warga masyarakat benar-benar menjalankan protokol kesehatan 5M secara disiplin, minimal adalah dengan mengenakan masker ganda atau dobel masker saat beraktifitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta untuk tak mendekati kerumunan dan keramaian, karena potensi terbesar penularan corona adalah pada kondisi keramaian dan kerumunan tanpa jarak.

Lebih dari itu, ia juga menekankan pentingnya antisipasi dini, yaitu dengan tes swab mandiri apabila warga merasa telah kontak erat dengan konfirm positif, atau bahkan merasakan gejala awal Covid-19, seperti flu, kehilangan indera pencium atau perasa dan gejala lainnya. (*)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah di DPRD Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

News

Dibahas DPRD, Jateng Akan Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo yang jadi klaster hajatan. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Klaster Hajatan, Satu Desa di Wonosobo Jalani Isoman
Awan panas guguran Merapi, Rabu (30/6/2021) pukul 05.31 WIB. (Foto: nyatanya.com/BPPTKG)

News

Dua Kali Awan Panas Guguran Merapi Pagi Tadi ke Arah Tenggara
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

1.038 Kasus Positif Covid-19 di DIY, Sembuh Hari Ini
(ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

News

Bantul Akan Bangun Instalasi Produksi Oksigen
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

PPKM di Klaten Diperpanjang, Seluruh Objek Wisata Ditutup
Gusti Putri mengungkapkan, saat ini, dari keseluruhan jumlah wanita di DIY, baru 30% saja yang divaksin. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

DIY Targetkan Minimal 70% Perempuan Divaksinasi
(ilustrasi:nyatanya.com)

News

DIY Tambah 1.731 Kasus Positif Covid-19