Home / Wisata

Jumat, 18 Juni 2021 - 13:28 WIB

Wayang Kayu Asal Madiun Makin Moncer di #LapakGanjar

Kerajinan wayang kayu yang diproduksi Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Kerajinan wayang kayu yang diproduksi Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Madiun – Pandemi Covid-19 sudah menerjang berbagai sektor ekonomi rakyat. Tak terkecuali di sektor pariwisata yang juga berimbas pada seretnya pemasaran produk cenderamata.

Inovasi dan kreativitas menjadi motor bangkitnya produk-produk UMKM. Salah satunya memanfaatkan promosi digital, seperti yang dilakukan perajin wayang kayu di Madiun, yang memanfaatkan #LapakGanjar.

Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya Joko Suwiono, memulai bisnis suvenir sejak 2016. Produk wayang kayu yang dibikin dari limbah kayu sonokeling pun banyak dilirik wisatawan hingga pejabat.

Namun, itu dulu sebelum Corona menyerang. Ketika pandemi, produksi cenderamata sempat terhenti. Padahal, dari kerajinan itu banyak rekanan perajin yang menggantungkan hidup.

“Pas Corona ada, banyak event di-cancel (batal) pariwisata stop.. Aduh-aduh ngapain lagi ya kita,” keluh Pipit sebagaimana dirilis Diskominfo Jateng belum lama ini.

Baca juga   'Wedang Jancuk' Minuman Rempah Penambah Imun yang Laris di Tengah Pandemi
Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya Joko Suwiono memulai bisnis suvenir sejak 2016. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Beruntung, pasangan suami istri asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun itu menemukan jalan dan peluang. Kemudian mereka terus mencoba menginovasi cara pemasaran mereka melalui media sosial.

“Pandemi bisa kita lewati. Karena offline tidak jalan, kita beralih ke marketing digital. Baik lewat Facebook atau Instagram. Kemarin iseng juga ikut Lapak Pak Ganjar, dan di repost. Hasilnya permintaan bertambah, follower di Instagram dan yang tanya-tanya banyak sekali,” urainya.

Ia mengaku, produknya lebih dikenal sejak ikut jualan di #LapakGanjar edisi 31 pada Februari 2021. Melalui akun instagram @omah_craft_kinarya, yang kemudian ditautkan pada akun @ganjar_pranowo.

“Setelah ikut, promosi meningkat kita dikenal banyak kalangan. Follower meningkat pelanggan baru ada. Dari solo pernah ada permintaan, dari Jakarta, Bogor juga ada. Memang efeknya luar biasa bahwa promosi era digital luar biasa ikut lapak ganjar, kita dilihat masyarakat lebih luas,” terang Pipit.

Baca juga   Nikmatnya Kupat Tahu Dompleng yang Ikonik dan Melegenda

Selain wayang kayu, ada produk lain yang dihasilkan Seperti vandel, kaligrafi, jam dinding, logo, gantungan kunci, hiasan meja, pisau ukir, dan mahar pernikahan. Harganya, mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Pipit Dwi Ernawati berpesan, agar sesama rekan UMKM tidak canggung memanfaatkan media sosial untuk promosi karya.

“Buat teman-teman UMKM, pandemi ini memang kita sulit, tapi jangan patah semangat. Ayo belajar maksimalkan IG dan FB. Kalau tidak bisa minta bantuan ke yang lebih milenial,” pungkas Pipit. (*)

Share :

Baca Juga

Salah satu karya instalasi bola Corona dari bambu dengan nama "Jalan Menuju Dunia Baru" karya Wisnu Harjuno. (Foto: Humas Kulonprogo)

Wisata

Destinasi Wisata di Kulonprogo Makin Cantik dengan Karya Seni Instalasi
Selama ini di Kota Yogya Pokdarwis yang dibentuk berbasis kemantren. Karena itu perlu segera dibentuk Pokdarwis di 45 kelurahan di Kota Yogya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Maksimalkan Potensi Kampung Wisata, Pemkot Yogya Bentuk Pokdarwis Kelurahan
Sambanggo, jadi program andalan Pemkab majukan pariwisata di Kulonprogo. (Foto:Humas Kulonprogo)

Wisata

Sambanggo, Andalan Kulonprogo Tata Pariwisata di Tengah Pandemi
Rumah Apung Bangsring menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Banyuwangi. (Foto: Zainuri Arifin)

Wisata

Woowww! Indahnya Pesona Rumah Apung Bangsring Banyuwangi
Tak hanya rapat kerja dan rapat pleno nasional. B2W juga gowes bareng di sekitar kawasan wisata Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Komunitas Bike To Work Gowes Bareng di Borobudur
Edukasi membuat donat dari susu kambing dalam simulasi pembukaan wisata edukasi di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Wisata Edukasi Lereng Menoreh Gelar Simulasi Pembukaan Kembali
Petugas Balai Konservasi Borobudur meneliti abu vulkanik Merapi. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Candi Borobudur, Pawon dan Mendut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Merapi
Vaksin Wisata kali ini bukan saja ditujukan untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) tetapi juga keluarga dan lingkungannya. (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

93% Pelaku Parekraf DIY Telah Divaksin, 3 Obwis Ini Sudah Dibuka