Home / Wisata

Jumat, 20 Agustus 2021 - 10:44 WIB

‘Wedang Jancuk’ Minuman Rempah Penambah Imun yang Laris di Tengah Pandemi

Satu gelas Wedang Jancuk dengan gula batu di Angkringan DuaAtap Ngluwar dijual Rp6.000 per gelas. (Foto:Humas/beritamagelang)

Satu gelas Wedang Jancuk dengan gula batu di Angkringan DuaAtap Ngluwar dijual Rp6.000 per gelas. (Foto:Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Mendengar kata “Jancuk” tentunya yang terlintas di benak kita adalah sebuah umpatan, makian, emosi dan sebagainya. Namun, di Angkringan DuaAtap Ngluwar Kabupaten Magelang pengunjung dapat dengan leluasa menggunakan kata “Jancuk” yang berarti minuman berkhasiat bagi kesehatan.

“Di sini boleh bebas menggunakan kata Jancuk, karena Jancuk itu kalau di tempat kami adalah sebuah minuman rempah yang sengaja kami sajikan panas,” kata Ria, pemilik Angkringan DuaAtap Ngluwar, Jumat (20/8/2021).

Menurut Ria, di angkringannya menyediakan satu minuman khas yang sampai saat ini masih menjadi best seller yaitu Wedang Jancuk, singkatan dari Jahe, Kencur dan Jeruk.

Minuman ini sebetulnya sudah dikonsumsi keluarga dari zaman dahulu. Komposisinya adalah jahe, kencur dan jeruk nipis, biasa diminum ketika malam.

Baca juga   Wkwkwk, Anggota Paskibraka Ini Curhat ke Ganjar Tak Bisa Cuci Baju

“Namun, saat itu belum ada namanya, hanya wedang anget gitu saja,” ungkapnya.

Ria melanjutkan, nama Wedang Jancuk itu muncul setelah seorang sahabat yang kebetulan mampir di angkringannya menyarankan untuk memberi nama minuman tersebut. Karena terbuat dari bahan jahe, kencur dan jeruk maka diambillah nama Wedang Jancuk.

“Pembuatannya mudah, cukup jahe dan kencur diiris tipis, kemudian dimasukkan ke gelas bersama dengan perasan jeruk nipis. Gulanya kita selalu pakai gula batu,” terangnya.

Setelah semua bahan tersebut ditaruh di gelas, kemudian diseduh dengan air mendidih. Untuk alat pengaduknya, Ria tidak menggunakan sendok seperti pada umumnya, namun menggunakan batang serai yang ujungnya dibelah.

“Mengaduk menggunakan serai itu nanti akan menciptakan aroma khas di samping juga rasa hangat yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Baca juga   Ribuan Bidang Tanah di Desa Banjaran Tersertifikasi

Setiap hari, pelanggan yang datang ke Angkringan Dua Atap tidak lupa selalu memesan wedang Jancuk miliknya. Terlebih pada kondisi pandemi Covid-19. Menurut beberapa pelanggan minuman tersebut selain menyegarkan badan juga dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Ada yang pernah memesan wedang Jancuk ini menggunakan es, namun kami tidak layani karena dari awal keluarga kami mengkonsumsi minuman ini selalu dalam kondisi panas,” tambah Ria.

Bahan rempah diperoleh mudah di setiap pasar tradisional. Satu gelas Wedang Jancuk dengan gula batu di Angkringan DuaAtap Ngluwar miliknya dijual Rp6.000 per gelasnya. Menurutnya harga yang relatif murah untuk sebuah kehangatan.

“Akan lebih hangat ketika dinikmati bersama pasangan,” candanya. (*)

Share :

Baca Juga

Salah satu objek wisata di Batang yang ditutup sementara selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Membandel, Pengelola Objek Wisata Akan Disanksi Tegas
Sandiaga Uno melihat sentra kerajinan di wilayah Breksi. Foto: nyatanya.com/istimewa

Wisata

Pandemi Covid-19, Jumlah Wisatawan ke Tebing Breksi Turun Drastis
Salah satu karya instalasi bola Corona dari bambu dengan nama "Jalan Menuju Dunia Baru" karya Wisnu Harjuno. (Foto: Humas Kulonprogo)

Wisata

Destinasi Wisata di Kulonprogo Makin Cantik dengan Karya Seni Instalasi
Gus Yasin saat mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021). (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Kunjungi Candi Borobudur, Gus Yasin Minta Umat Beragama Saling Menghormati
Seporsi Kupat Tahu Dompleng. (Foto: Agoes Jumianto)

Wisata

Nikmatnya Kupat Tahu Dompleng yang Ikonik dan Melegenda
Proses skrining dilakukan dengan mengambil sampling darah peserta yang kemudian dilakukan uji rapid antibodi untuk mendeteksi keberadaan antibodi spesifik di dalam darah yang dapat melawan penyakit tertentu. (Foto:@media_twc)

Wisata

PT TWC Skrining Penyakit HIV Pelaku Wisata di Borobudur
'Fahrudin Sapu' kini tak melulu membuat sapu lantai. Produk hiasan pun menjadi andalan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Magelang)

Wisata

Turun Temurun Bikin Sapu Lantai, Fahrudin Sukses Kembangkan Produk Kerajinan Seni
Selama ini di Kota Yogya Pokdarwis yang dibentuk berbasis kemantren. Karena itu perlu segera dibentuk Pokdarwis di 45 kelurahan di Kota Yogya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Maksimalkan Potensi Kampung Wisata, Pemkot Yogya Bentuk Pokdarwis Kelurahan