Home / Peristiwa

Jumat, 13 Agustus 2021 - 22:40 WIB

Wkwkwk, Anggota Paskibraka Ini Curhat ke Ganjar Tak Bisa Cuci Baju

Usai pengukuhan, Ganjar Pranowo berdialog dengan anggota Paskibraka Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

Usai pengukuhan, Ganjar Pranowo berdialog dengan anggota Paskibraka Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Ada kisah lucu saat pengukuhan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Provinsi Jateng, Jumat (13/8/2021) malam. Karena salah satu anggotanya, ternyata adalah anak mama.

Namanya Bisma Aryaguna, wakil dari Kabupaten Sragen. Pelajar SMAN 3 Sragen itu mendadak dipanggil Ganjar ke depan usai acara pengukuhan. Awalnya Ganjar ngobrol dengan sejumlah anggota Paskibraka.

Ganjar menanyakan suka duka menjadi anggota Paskibraka pada mereka. Ternyata, ada pelatih yang menyampaikan ada anak yang tidak bisa cuci baju dan kebingungan saat awal karantina.

“Ada yang susah pak, nyuci baju saja tidak bisa,” kata pelatih.

Ganjar pun tertarik pada kisah itu. Lalu ia menanyakan siapa di antara anggota Paskibraka yang tidak bisa cuci baju. Di barisan belakang, salah satu anggota angkat tangan.

“Ada to, ayo sini kamu. Wah ini ada anak mama jadi anggota Paskibraka,” canda Ganjar.

Kepada Ganjar, Bisma menceritakan awal masuk karantina Paskibraka Jateng. Saat itu, semua harus disiplin dan mandiri, termasuk harus cuci baju sendiri.

Baca juga   Ribuan Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid, Gus Yasin Ajak Warga Jateng Jadi Orang Tua Asuh

“Siap, saya tidak bisa cuci baju pak. Tidak pernah diajarkan. Sejak kecil sampai sekarang semuanya sudah ada yang mengurusi. Kalau di rumah tidak pernah cuci baju, tinggal masukkan ke mesin cuci,” jawab Bisma polos.

Namun, karena tak ada mesin cuci di tempat karantina Paskibraka, Bisma cukup kerepotan. Untung teman sekamarnya mau mengajarkan padanya cara mencuci baju secara manual.

“Saya diajari teman saya, sekarang sudah bisa pak. Sekarang saya sudah biasa mandiri, bisa cuci baju sendiri,” jawabnya.

“Hebat. Bisma punya adik tidak? Besok waktu pulang adiknya diajarin cara cuci baju ya,” ucap Ganjar, dijawab siap oleh Bisma dengan tegas.

Selain kisah Bisma, ada juga kisah Aulia Kartika Putri dari Boyolali. Kepada Ganjar, Aulia mengatakan pernah dihukum memakai kalung tulang ayam karena tidak disiplin membersihkan kamar.

“Rasanya malu pak, soalnya memperlihatkan keburukan saya di depan orang lain. Dari situ saya belajar bagaimana harus lebih disiplin lagi menjaga kebersihan, dan lebih pintar memanajemen waktu dengan baik. Intinya siap menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Baca juga   Setelah MPP, Pemkab Sukoharjo Bangun Gedung Pertemuan

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal mengibarkan bendera. Namun menjadi anggota Paskibraka juga menjadi ajang untuk melatih disiplin, kemandirian serta nilai-nilai kebangsaan.

“Adik-adik semuanya ini adalah anak-anak hebat dan terpilih. Kalian telah melalui seleksi yang panjang dan tidak mudah. Saya ingatkan, ini bukan hanya untuk jadi petugas pengibar bendera, tapi ada nilai-nilai yang adik-adik dapat dalam proses ini,” katanya.

Untuk itu, Ganjar mengatakan, proses seleksi Paskibraka Jateng tahun ini agak berbeda. Dalam proses seleksi, Ganjar menggandeng Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) untuk menguatkan idologi mereka.

“Saat ini bangsa kita berada pada situasi yang tidak mudah. Yang dibutuhkan adalah persatuan agar tidak terpecah belah. (Pada) 2045 nanti, saya yakin kalian adalah para pemimpin bangsa. Kalian harus mempersiapkan diri, karena tantangan ke depan luar biasa, baik tantangan idiologi, pornografi dan narkotika,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Logo Pemerintah Kabupaten Sleman. (nyatanya.com)

Peristiwa

PPKM Darurat Dinilai Berhasil Tekan Mobilitas Warga
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menerima penghargaan Nirwasita Tantra 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. (Foto:nyatanya.com/Humas DIY)

Peristiwa

Sri Sultan HB X Terima Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020
Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan dari Puan Maharani untuk ibu hamil di Sukoharjo. (Foto: Humas Sukoharjo)

Peristiwa

Puan Maharani Salurkan Bantuan Makanan Tambahan untuk Bumil
Kwarda Pramuka Jawa Tengah memperingati Hari Pramuka ke-60 secara virtual. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Kwarda Jateng Peringati Hari Pramuka secara Virtual
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono meninjau pembangunan jembatan Plipiran. (Foto:nyatanya.com/Humas Banjarnegara)

Peristiwa

Persingkat Jarak ke Wisata Dieng, Pembangunan Jembatan Plipiran Dikebut
Pelatihan Pemulasaraan jenazah terkonfirmasi Covid-19 tingkat Kecamatan se Kabupaten Wonosobo. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

Peristiwa

Bupati Berharap Tidak Ada Penularan Covid-19 Melalui Pemulasaran Jenazah
Krisna Septian SH Kuasa Hukum Jamil berharap pelaku segera ditangkap. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Antisipasi Pelaku Pengancaman Kabur, Kuasa Hukum Jamil Desak Polisi Tangkap Terlapor
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada pedagang di Pasar Tradisional Sunggingan, Boyolal, Kamis (22/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

Vaksinasi di Boyolali Mulai Sasar Pedagang Pasar