Home / News

Senin, 21 Juni 2021 - 21:30 WIB

Zona Merah di Jateng Bertambah Jadi 13 Wilayah

Ilustrasi:nyatanya.com

Ilustrasi:nyatanya.com

NYATANYA.COM, Semarang – Zona merah Covid-19 di Jawa Tengah bertambah menjadi 13 wilayah, dari sebelumnya 8 zona merah. Ke 13 wilayah zona merah itu meliputi Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Blora, Pekalongan, Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang.

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati atau Walikota untuk tidak ragu menerapkan lockdown mikro. Hal ini disampaikan Ganjar usai usai memimpin rapat penanggulangan Covid-19, di kantor gubernur, Senin (21/6/2021).

Ganjar Pranowo. (nyatanya.com/Diskominfo Jateng)
Ganjar Pranowo. (nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Gubernur juga meminta jajaran bupati dan wali kota agar standby melihat tren peningkatan kasus penularan Covid-19. Semua lini harus siaga dan melakukan langkah antisipatif untuk merawat masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan, dengan menambah tempat tidur isolasi dan ICU perawatan di rumah sakit. Dikatakan Ganjar, berdasarkan evaluasi, penambahan tempat tidur isolasi, Jateng mencatatkan angka sekitar 40 persen atau lebih dari 3.000 unit. Selain itu, mikrozonasi pun perlu diberi perhatian ketat.

Baca juga   Hari Ini 1.383 Warga DIY Sembuh Covid-19, Meninggal 15 Orang

“Pengetatan akan tetap dilakukan, tetapi kita jauh lebih teknis dan antisipatif. Dengan naiknya kurva, tempat tidur ditambah. Mikrozonasi kita pelototi, bahkan kita sudah sampai dengan lockdown mikro. Kita sampaikan kepada bupati dan wali kota tidak usah ragu. Begitu di situ menunjukan data epidemiologis tinggi, kunci,” urainya.

Ia pun memuji beberapa daerah yang telah menerapkan kebijakan di rumah saja. Menurutnya, hal itu menjadi tindakan agar masyarakat memahami dan ikut berperan serta. Ganjar pun mengapresiasi langkah antisipatif Pemkab Banyumas, yang berencana mendirikan rumah sakit darurat. Dikatakannya, hal itu bisa menjadi penunjang bagi fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah ada.

Baca juga   Terus Melonjak, Kasus Positif Covid-19 di DIY Tambah 2.667 Orang

“Rumah sakit darurat saat ini ada di Solo. Terus ini usulan dari Banyumas. Baru dua itu. ini lagi saya minta untuk kalkulasi termasuk menyiapkan sumber daya manusia dan sebagainya. Ini saya minta kabupaten kota untuk menyampaikan usulan kontijensinya,” imbuh Ganjar.

Ganjar pun menekankan pentingnya konsolidasi antardaerah dalam menerapkan kebijakan. Bila perlu, Ganjar pun akan melakukan komunikasi langsung dengan para bupati atau wali kota. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo meluncurkan bus vaksin milik Dinkes Jateng di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang. (Foto: Humas Jateng)

News

Luncurkan Bus Vaksin, Ini Upaya Jateng Jangkau “Remote Area”
Bupati Jepara Dian Kristiandi menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh Kabupaten Jepara. (Foto: Diskominfo Jepara)

News

Muncul Klaster Sekolah, Bupati Hentikan PTM di Jepara
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY yang Dinyatakan Sembuh Bertambah 1.553 Kasus
Rakor Penerapan Protkes pada Industri Sektor Esensial yang diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Ini 6 Perusahaan di DIY yang Boleh Beroperasi Penuh Selama Perpanjangan PPKM
Pasar Triwindu Solo. (Foto:nyatanya.com/Dinas Pariwisata Solo)

News

Ini 12 Pasar Tradisional di Solo yang Ditutup Selama PPKM Darurat
Foto: Nyatanya.com/istimewa

News

Waspada Gempa Susulan, Gempa Blitar Dirasakan Warga Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta memfasilitasi kelompok rentan administrasi kependudukan (adminduk) untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

News

Di Yogya Transpuan Difasilitasi Bikin KTP-el
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Tangani Covid-19, Pemda DIY Alokasikan Danais Rp50 Juta Per Kelurahan