Home / News

Rabu, 23 Juni 2021 - 11:40 WIB

Zona Merah, Klaten Stop Hajatan dan Tutup Seluruh Objek Wisata

Ilustrasi:nyatanya.com

Ilustrasi:nyatanya.com

NYATANYA.COM, Klaten – Menyikapi perubahan status penyebaran Covid-19 dari zona oranye menjadi merah di daerahnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengeluarkan instruksi khusus sebagai landasan hukum upaya percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kota Bersinar.

Dalam instruksi Bupati Klaten Nomor 3 tahun 2021, terdapat beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya adanya penutupan objek wisata dan larangan penyelenggaraan hajatan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Aturan ini berlaku mulai Senin (21/6/2021).

Sebelumnya dalam Surat Edaran Nomor 443.5/129 tentang perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro disebutkan untuk semua daya tarik wisata ditutup pada akhir pekan di minggu pertama dan ketiga. Namun dengan adanya perubahan status wilayah, seluruh objek wisata ditutup berikut seluruh kegiatan usaha di dalamnya hingga waktu yang belum ditentukan.

Baca juga   11 Sekolah di Sragen Ditunjuk Sebagai Sekolah Penggerak

Sedangkan dalam larangan penyelenggaraan hajatan, hanya diizinkan penyelenggaraan ijab kabul atau akad nikah dengan dihadiri maksimal 20 orang. Sementara untuk tamu undangan dari luar Klaten, harus menyertakan hasil negatif tes antigen/PCR 1×24 jam dan diserahkan kepada Satuan Tugas tingkat RT/RW.

Kedua poin kebijakan tersebut untuk membatasi mobilitas masyarakat dengan kondisi wilayah masih berada di status zona merah.

Selain itu, sejak dikeluarkannya instruksi tersebut, program “Klaten Jam Songo Ora Lungo” Kembali digalakkan. Di antaranya dengan mewajibkan kegiatan usaha mulai dari angkringan, toko modern, hingga kafe dan restoran hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Senin (21/6/2021), Bupati Klaten menyebutkan untuk meningkatkan kedisiplinan, kegiatan tersebut dipertegas dengan adanya tes swab antigen secara mendadak untuk menunjang pengendalian penularan Covid-19 di lokasi yang menjadi kerumunan masyarakat.

Baca juga   33 Pasien Meninggal, Krisis Oksigen di RSUP Dr Sardjito Sudah Teratasi

“Kegiatan ini beriringan dengan kegiatan yustisi dengan sasaran kerumunan masyarakat melebihi jam batas, yaitu pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan secara acak dan mendadak dengan sasaran tempat-tempat yang biasa digunakan untuk berkerumun,” tegasnya sebagaimana dirilis tim pemberitaan Diskominfo Klaten, Rabu (23/6/2021).

Instruksi tersebut juga dipertegas dengan pemberian sanksi bagi yang tidak mematuhi, mulai dari pembubaran, penutupan, hingga penyegelan atau tindakan yang dianggap perlu lainnya. Sementara, guna mengantisipasi pelanggaran, operasi yustisia akan dijalankan secara intensif dengan menggandeng unsur TNI/Polri dan berlaku untuk semua wilayah Kabupaten Klaten. (*)

Share :

Baca Juga

Komisi X DPR RI melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen guna memastikan kelancaran kesiapan sekolah penggerak di Kabupaten Sragen. (Foto: Diskominfo Sragen)

News

11 Sekolah di Sragen Ditunjuk Sebagai Sekolah Penggerak
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan ke RSUD Wonogiri. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kunker ke Wonogiri, Ganjar Pranowo Diwaduli Beban Pasien Luar Provinsi
Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mencoba menempelkan kartu ATM beras yang berisi saldo tiga kilogram dan lima kilogram beras di Rice Truck. (Foto: Diskominfo Salatiga)

News

“Rice Truck” Salurkan 1 Ton Beras di Salatiga
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Pemkot Magelang Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Sembuh Covid-19 di DIY Hari Ini Tambah 981 Orang
Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Kementerian Pertanian siapkan lahan seluas 300 hektare sebagai lumbung pangan hortikultura. (Foto: Diskominfo Temanggung)

News

Antisipasi Anjloknya Harga Cabai, Temanggung Siapkan Lumbung Pangan Hortikultura
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Tekan Kematian Pasien Isoman, Pemda DIY Bentuk Satgas Pengawasan
Visual Gunung Merapi, Sabtu (7/8/2021). (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas